Rabu, 08 Februari 2012

10 PRINSIP DASAR AKTIVIS

Sebuah catatan kecil tentang apa saja yang dibutuhkan seorang aktivis dalam menapaki perjuangannya meneriakkan kebenaran.


10 PRINSIP DASAR SEORANG AKTIVIS


1. Kefahaman (True Orientation)
Seorang aktivis harus faham, sejatinya kenapa ia memilih jalan ini, untuk apa dia berada dalam medan juang ini, berada dalam track
perjuangan sebagai seorang aktivis dan sebagai seorang fungsionaris sebuah organisasi.Ia harus menyelesaikan dahulu terkait orientasi awal
mengapa memilih untuk berada dalam roda perjuangan ini, karena tingkat kefahaman juga akan sangat menentukan kualitas perjuanganseseorang. 

2. Keikhlasan
Orientasi seorang aktivis ketika melaksanakan kerja-kerja besar bukanlah untuk mendapatkan pujian, sanjungan, popularitas, jabatan dll. Tapi yang ia lakukan adalah semata-mata untuk menyalurkan potensi yang ia miliki dengan harapan potensinya bisa menjadi starting point (langkah awal) untuk bisa berbagi berkontribusi untuk orang lain disekitarnya dan senantiasa meluruskan niat bahwa apa yang dia lakukan adalah sebagai salah satu bentuk ibadahnya kepada Allah SWT. Hanya itu yang ia harapkan, bukan pengakuan manusia melainkan pengakuan dari sang maha pemberi hidup yaitu Allah SWT.


3. Tindakan Nyata (Real Action)
Seorang aktivis tidak hanya pandai beretorika, tidak hanya pandai berteriak lantang dijalanan meneriakkan aspirasi rakyat, tidak pula hanya pandai dalam mengkritik pemerintahan. Tapi ia juga mampu melaksanakan fungsinya sebagai insan moral intelektual dan insan polititk yang mampu melakukan hal-hal besar, melakukan kerja besar untuk sebanyak-banyaknya memberikan manfaat bagi siapapun. Artinya kapasitas
intelektual sebagai seorang mahasiswa dibarengi dengan tindakan nyata untuk merubah kondisi bangsa menuju ke arah lebih baik. Talk more do more..!!


4. Bersungguh-sungguh (Seriously)
Perjuangan ini tidak bisa dilakukan hanya dengan energi seadanya saja, kalau sempat saja, dengan bermalas-malasan ataupun dilakukan dengan seeenaknya,.tidak bisa..!! Perjuangan yang kita lakukan bukanlah perjuangan yang main-main, tapi perjuangan yang kita lakukan adalah perjuangan yang berat, penuh kerikil tajam, hujatan, pemboikotan, bahkan cemoohan, namun semua itu menjajinkan sebuah perubahan yang besar akan bangsa ini. Maka perlu adanya kesungguhan dari pejuang-pejuangnya untuk merealisasaikan mimpi-mimpi besar kita dalam merubah kondisi bangsa ini. Karena sejatinya tercapai atau tidaknya mimpi besar kita, itu tergantung dari seberapa besar kesungguhan kita untuk memperjuangkan dan
merealisasikannya.


5. Pengorbanan
Jalan ini bukanlah jalan yang diselimuti dengan berjuta kemewahan, bukan pula jalan yang penuh dengan fasailitas-fasilitas yang mewah dan menggiurkan. Jalan ini begitu sulit ditempuh, penuh aral rintang menghadang, banyak problematika yang akan datang menghadang, tebing tirani harus kita taklukan, hujatan, cacian, cemoohan, kesepian diri, merasa terasing akan kita dapatkan dan rasakan, jalan ini akan merenggut sebagian hidup kita, harta, jiwa, raga semuanya akan diminta oleh perjuangan ini, hanya untuk mewujudkan mimpi besar kita untuk merubah Indonesia. Dan hanya orang-orang yang siap berkorban yang akan mampu bertahan ditengah dinamika perjuangan yang begitu menyesakkan.


6. Ketaatan (Loyalitas)
Seorang aktivis bukanlah orang yang tak punya aturan, atau orang yang tidak peduli dengan aturan-aturan yang ada, justru aktivis adalah orang yang akan sangat taat pada aturan karena aktivis adalah seorang mahasiswa dengan kemampuan intelektualitasnya yang sudah sangat pasti tahu mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang tidak. Ia akan sangat mentaati peraturan atas dasar kesadarannya sendiri tanpa harus dikomando, dengan catatan peraturan tersebut memang benar-benar dibuat untuk memberikan kemaslahatan dan ksejahteraan masyarakat. Bukan untuk mengintimidasi, mengkebiri atau bahkan menindas rakyat.


7. Keteguhan (Unbreakable)
Teguh dalam perjuangan harus dimiliki oleh seorang aktivis, karena perjuangan kita bukanlah perjuangan yang sporadis sekali muncul besar, habis itu hilang selesai bak ditelan bumi, bukan seperti itu!perjuangan yang kita lakukan adalah perjuangan besar jangka panjang yang tidak akan selesai hanya dalam waktu singkat, perjuangan ini  butuh keteguhan, konsistensi dan komitmen dari para pengusungnya dalam memegang nilai-nilai dan prinsip perjuangan hingga akhirnya tak akan mudah tergerus oleh arus kehidupan.


8. Totalitas (Totality)
Seorang aktivis harus siap all out dalam berjuang, tidak setengah-setengah, ia akan mempersembahkan segenap potensi, mendarmabaktikan hidupnya, kesemangatannya, komitmennya, yang untuk perjuangan ini karena ia sangat sadar sejatinya tidak ada kemenangan yang diperoleh dalam perjuangan melainkan karena keseriusan dan totalitas dari para pejuangnya untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang telah ia cita-citakan. Ia akan tetap bertahan,kokoh berdiri bagaikan karang , meskipun ombak dan badai lautan senantiasa menerjang.
 
9.  Persaudaraan (Family)
Perjuangan yang kita lakukan bukanlah perjuangan yang mudah yang hanya bisa diselesaikan secara individu. Tapi perjuangan ini adalah perjuangan yang berat, yang tidak jarang akan mudah menjadikan kita patah semangat, futur, lemah tak bergairah berjuang, oleh karena itu peran saudara dalam perjuangan ini sangat penting. Karena se-idealis apapun seseorang, sebesar apapun ide-ide besar seseorang ketika hanya dilakukan sendiri akan terasa begitu berat dan butuh waktu lama untuk merealisasikannya. Layaknya sebuah lidi, ketika ia hanya satu batang saja mungkin ia akan tetap bisa untuk menyapu sampah yang ada, tapi sedikit , butuh waktu lama dan akan lebih mudah untuk dipatahkan. Berbeda dengan sapu lidi yang terdiri dari banyak batang lidi yang bersatu dalam satu ikatan yang kuat mengemban visi dan misi bersama untuk membersihkan sampah yang ada, maka efeknya pun lebih besar, sampah yang dibersihkan lebih banyak, waktu yang dibutuhkan lebih cepat dan yang paling utama adalah ia takkan mudah terpatahkan. Begitulah seharusnya kita sebagai seorang aktivis, bekerjasama memperjuangkan mimpi dan misi besar bersama dengan berbagai latar belakang dan berbagai potensi berpadu dalam satu ikatan perjuangan yang kokoh untuk berbuat lebih bagi bangsa ini. Saudara akan menjadi pelita saat kita tersesat dijalan yang gelap, saudara meyakinkan kita bahwa ternyata kita tak berjuang sendiri, saudara menjadi spirit saat perjuangan begitu berat. Begitulah urgensi persaudaraan dalam perjuangan.


10. Kepercayaan (Trust)
Dalam perjuangan yang mengemban visi dan misi bersama, perlu adanya kepercayaan yang dibangun disana. Percaya bahwa mimpi dan misi besar yang diperjuangkan kelak akan mampu terealisasi dan memberikan dampak positif bagi kemaslahatan orang lain dan perubahan bangsa kearah yang lebih baik. Percaya kepada saudara seperjuangan yang membersamai kita dalam perjuangan. Kedua kepercayaan itu harus dibangun agar tumbuh gairah dan kesemangatan dalam berjuang karena kita yakin bahwa apa yang kita usahakan hari ini, apa yang kita perjuangkan hari ini akan berdampak besar dimasa yang akan datang. Dan dengan kepercayaan tim maka akan semakin mengokohkan bangunan perjuangan kita, tidak mudah terprovokasi, tidak mudah goyah dan senantiasa berpikir positif dengan segala sesuatu yang dilakukan oleh saudara seperjuangan kita.




_Makhmud Kuncahyo_
_Semarang 8 Februari 2012_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar