...akhirnya aku menuruti saran mas dan umiku tersayang, akupun coba untuk buka website dan mendaftar online waktu itu,.waktu itu prodi pendidikan ipa adalah prodi baru dan tesnya pun terpisah, jurusan lain seperti kimia, fisika, biologi, matematika telah berakhir jauh sebelum itu. dan waktu itu memang hanya ada satu pilihan, PENDIDIKAN IPA.sampai saat itu aku masih saja belum memiliki niatan yang kuat untuk kuliah di Unnes, apalagi jadi guru, di MIPA lagi,.sama sekali ga kepikiran untuk itu. Karena aku sadar akan kemampuanku di IPA yang bisa dibilang pas-pasan, dulu pas masih SMP aku pernah singgah disini di kampus FMIPA UNNES, dan sempat terpikir bahwasannya kampus MIPA itu tempatnya orang-orang pinter dan ga mungkin lah aku kuliah di fakultas ini.
Oke kita lanjutin,..akhirnya waktu tes Ujian Masuk PENDIDIKAN IPA pun tiba,.sementara pengumuman SNMPTN belum kunjung datang. Waktu itu aku berangkat tes ditemani oleh sepupuku mas didit namannya, kami naik motor berdua, sebelum berangkat seperti biasa pamitan ama abi dan umi tercinta memohon doa restu dan mengecup tangan penuh kehangatan itu. Bismillah abi umi nanda berangkat,..kamipun berangkat sekali lagi dengan niatan yang belum begitu bulat untuk kuliah di Unnes. Perjalanan dimulai dari desa kecilku Dusun kepering Rt 01/07, Desa Punggelam, Kec.Punggelan Kab.Banjarnegara, tak lama perjalanan plang "selamat datang di wonosobo", perjalananpun dilanjutkan temanggung _parakan_ambarawa_ungaran dan akhirnya sekitar pukul 18.00 WIB sampailah di Gunung pati, tempat dimana kampus Konservasi bersemayam. Kondisi yang begitu letih karena hampir seharian berada dalam perjalanan diatas sepeda motor, dan tidak berhenti sampai disitu, saat itu kamipun tak tahu harus tidur dimana malam itu, duduk di pinggir jalan sementara sepupuku mencoba menghubungi temannya berharap ada tumpangan untuk tidur. hari semakin larut tubuh ini semakin letih dan tak kunjung ada kabar dimana kami akan tidur. waktu itu kami singgah di warnet milik teman sepupuku, tapi yang namanya warnet selalu ramai dan tak ada tempat untuk tidur. Akhirnya ditengah tubuhku yang begitu letih, aku berinisiatif untuk melangkahkan kakiku ke sebuah gang gelap di daerah banaran, berjalan pelan akhirnya aku menemukan sebuah mushola kecil didekat pemukiman warga, akupun kesana shalat maghrib, dilanjutkan shalat isya. sesekali aku kembali ke warnet untuk mencari tau apakah sepupuku sudah menemukan tempat untuk tidur atau belum. Tapi,.nihil...belum juga menemukannya,.akhirnya aku kembali ke mushola dan tidur disana "sendiri" dengan kondisi mushola yang gelap, sekitar jam 20.00 tidurku terbangunkan saat ada warga yang datang, dan ternyata mushola itu akan digunakan untuk pengajian malam itu,.akhirnya dengan kondisi yang masih ngantuk dan begitu lelah, akupun harus beranjak dari mushola ke warnet. Aku duduk dipinggir jalan dan sesekali terkantuk-kantuk, sekitar jam 11.00 akupun mencoba kembali ke mushola "siapa tahu pengajiannya udah selesai", ya ternyata memang sudah selesai, lampu mushola pun sudah padam semua,..akupun beranjak masuk kedalam mushola dan langsung mengambil posisi tidur, aku rebahkan tubuhku diatas karpet mushola, kuambil sajadah untuk menutup kaki dan wajahku adri gigitan nyamuk yang begitu mengganggu. Akhirnya bisa tidur juga :),.sekitar jam 12.00 handphoneku berdering membangunkan tidurku, ternyata sepupuku yang sms dari warnet "yo dimana?", aku jawab "di mushola",.ternyata sepupuku sudah menemukan tempat untuk tidur malam ini,.alhamdulillah,akhirnya jsekitar pukul 13.00 bisa tertidur juga,aku harus beristirahat karena esok aku ujian masuk Unnes,.
Paginya aku bangun pukul 04.30 kemudian mengambil air wudhu dan melaksanakan kewajibanku sebagai seorang hamba yang mencoba taat pada Rabbnya"shalat subuh". Setelah shalat subuh aku teringat bahwa pagi itu adalah pengumuman hasil SNMPTN yang telah aku ikuti sebelumnya, akupun bergegas menuju warnet untuk mengecek apakah aku lulus atau tidak, website SNMPTN pun aku buka pada sebuah tab di software mozilla firefox waktu itu, terbuka halaman pertama berisi tulisan "masukkan nomor tes anda", bismillah akhirnya akupun memasukkan nomor tesku saat mengikuti SNMPTN, dan akhirnya keputusan yang ditunggu-tunggu selama hampir 2 minggu itupun muncul, dan sekali lagi ternyata Allah belum mengizinkanku kuliah di universitas idamanku "UNY". Sungguh badan serasa tak bertulang waktu melihat keputusan itu, sedih, lemas, hatiku menagis, perih, tak berdaya seakan tak punya kesemangatan lagi untuk kuliah. Empat kali Ya Allah, engkau belum juga memberiku jalan kemanakah aku berlabuh. waktu itu sekitar pukul 05.30, dalam kondisi yang amat sangat down akupun kembali ketempat dimana aku tidur semalam, masku menelfon dan menanyakan bagaimana hasil SNMPTNku, dengan nada suara lirih aku menjawab "belum lulus mas". mas juga menanyakan "abi umi udah tau?" aku menjawab "belum" dan akhirnya perbincanganku selesai sampai disitu. Tak lama berselang abi dan umi menelfon dari rumah, aku tak kuasa menahan tangis akan kesedihanku yang tak kunjung diterima di perguruann tinggi yang kuinginkan,umi pun tak kuasa menhan tangis karena mendengar kesedihanku. umi menanyakan "pripun hasile?" sambil terisak diruang depan rumah aku menjawab " dereng lolos malih bu", dan saat iku aku sempat mengatakan ke ibu "nopo kulo mboten kuliah mawon nggih bu?, kulo teng griya mawon mbantu ibu teng kebon nopo nopo lah", ibu menjawab dengan penuh kasih sayang dan menenangkanku "ya ora kaya kue, nek ora kuliah ko arep dadi apa, wis aja nangis ujian unnese dijajal dhisit, sapa ngerti rejekimu neng Unnes", mendengar perkataan ibu mulai tukbuh sedikit asa dalam hatiku untuk kembali bangkit, aku menjawab "nggih bu". Akhirnya aku bangkit , beranjak ke kamar mandi dan mengambil air wudhu untuk membasuh sisa air mata yang membekas di pipiku. (bersambung)
Paginya aku bangun pukul 04.30 kemudian mengambil air wudhu dan melaksanakan kewajibanku sebagai seorang hamba yang mencoba taat pada Rabbnya"shalat subuh". Setelah shalat subuh aku teringat bahwa pagi itu adalah pengumuman hasil SNMPTN yang telah aku ikuti sebelumnya, akupun bergegas menuju warnet untuk mengecek apakah aku lulus atau tidak, website SNMPTN pun aku buka pada sebuah tab di software mozilla firefox waktu itu, terbuka halaman pertama berisi tulisan "masukkan nomor tes anda", bismillah akhirnya akupun memasukkan nomor tesku saat mengikuti SNMPTN, dan akhirnya keputusan yang ditunggu-tunggu selama hampir 2 minggu itupun muncul, dan sekali lagi ternyata Allah belum mengizinkanku kuliah di universitas idamanku "UNY". Sungguh badan serasa tak bertulang waktu melihat keputusan itu, sedih, lemas, hatiku menagis, perih, tak berdaya seakan tak punya kesemangatan lagi untuk kuliah. Empat kali Ya Allah, engkau belum juga memberiku jalan kemanakah aku berlabuh. waktu itu sekitar pukul 05.30, dalam kondisi yang amat sangat down akupun kembali ketempat dimana aku tidur semalam, masku menelfon dan menanyakan bagaimana hasil SNMPTNku, dengan nada suara lirih aku menjawab "belum lulus mas". mas juga menanyakan "abi umi udah tau?" aku menjawab "belum" dan akhirnya perbincanganku selesai sampai disitu. Tak lama berselang abi dan umi menelfon dari rumah, aku tak kuasa menahan tangis akan kesedihanku yang tak kunjung diterima di perguruann tinggi yang kuinginkan,umi pun tak kuasa menhan tangis karena mendengar kesedihanku. umi menanyakan "pripun hasile?" sambil terisak diruang depan rumah aku menjawab " dereng lolos malih bu", dan saat iku aku sempat mengatakan ke ibu "nopo kulo mboten kuliah mawon nggih bu?, kulo teng griya mawon mbantu ibu teng kebon nopo nopo lah", ibu menjawab dengan penuh kasih sayang dan menenangkanku "ya ora kaya kue, nek ora kuliah ko arep dadi apa, wis aja nangis ujian unnese dijajal dhisit, sapa ngerti rejekimu neng Unnes", mendengar perkataan ibu mulai tukbuh sedikit asa dalam hatiku untuk kembali bangkit, aku menjawab "nggih bu". Akhirnya aku bangkit , beranjak ke kamar mandi dan mengambil air wudhu untuk membasuh sisa air mata yang membekas di pipiku. (bersambung)
wah... pengalamannya mirip banget sama aku mas, Unnes juga pilihan terakhirku setelah 3 perguruan tinggi lainnya menolak saya..
BalasHapusAku kemaren dapet kata-kata dari internet "Tuhan tidak akan salah dalam menempatkan kita", (semoga) emang bener... :D